Artikel Pilihan :
Home » » Ketika Pemuda Tangguh ini Mulai Rapuh! [Part 1]

Ketika Pemuda Tangguh ini Mulai Rapuh! [Part 1]

Oleh: Puspita Sari | Senin, 30 Juli 2012 | 02.59

Ilustrasi by KawanImut

Ketika Pemuda Tangguh ini Mulai Rapuh!

[Sebuah Kisah Inspiratif Pembangun Jiwa]


Bagian I
Terkadang Ia merindukan masa kecilnya, masa-masa indah tanpa masalah. Masa dimana ia tak mengenal lelah, masa dimana Ia tak pernah kenal apa itu menyerah. Tak ada beban pikiran apapun selain bermain, belajar dan bermimpi besar.

Suatu pagi menjelang Subuh, Ia bangan dari mimpinya. Ia sudah menyadari hari ini dia akan mendengar perkataan dari sang Ibu yang tak pernah Ia dengar sebelumnya. Ia tahu hari ini bukanlah kemarin, bukan minggu kemarin, dan bukan pula tahun lalu. Ia tahu hari ini adalah hari dimulainya peran dirinya sebagai aktor muda dalam sebuah panggung besar bernama planet Bumi. Dan inilah hari dimana Ia diperankan oleh Tuhan sebagai aktor berkarakter Tangguh dan berbeda dengan pemuda-pemuda seusianya.

"De, tunggu sebentar ya.. Ibu mau minta dulu nasi ke Bu Mega, kamu sarapan dulu supaya gak letih di sekolah." Ibunya berkata seraya bangkit dari tempat duduknya sambil tersenyum. Senyumnya seolah tanpa beban, tapi Ia tahu hati Ibunya menjerit, Ia tahu Ibunya tak tahan dengan keadaan seperti ini. "Iya, bu.." jawabnya dengan suara yang hampir tak terdengar. Ibu Mega adalah tetangganya yang berjualan nasi uduk, Ia tak pernah segan untuk menghutangkan dagangannya, termasuk pada keluarganya dikala tak punya uang sama sekali.

Hari berganti hari, bulan berganti bulan, tahun pun silih berganti. Ia lewati semunya dengan keadaan yang sama. Ini adalah babak dimana Ia melewati hari-hari yang amat sangat rumit. Ayahnya seorang wirausahawan yang bangkrut dan tak bisa bangkit selama bertahun-tahun. Semenjak itulah segala kebutuhan rumah tangga Ibunya yang menanggung.

Ia melewati hari-hari bak pemeran film Laskar Pelangi. Ia melewati pesawahan demi impian, menembus perkebunan menuju bangku dimana Ia mengetahui apa itu cita-cita, mengenal apa dan bagaimana hidup untuk hari ini, esok, dan seterusnya. Matanya berkaca-kaca ketika Ia berhadapan dengan kenyataan dimana Ia harus berpikir bagaimana bertahan hidup, bagaimana untuk tetap bisa berangkat sekolah dengan atau tanpa uang sama sekali.

Peran yang diberikan Tuhan tersebut memang sangat berat, bahkan sebagian orang di luar sana banyak yang memilih keluar dari peran seperti yang sedang Ia perankan saat ini. Tapi Ia tak pernah mengeluh, Ia malah sering bersyukur karena Tuhan menghadirkan sahabat-sahabat hebat yang selalu ada menemaninya.

Ia lahir sebagai anak ke-2 dari 5 bersaudara, lahir sekitar tahun 90-an. Ketika lahir Ia dianugerahi nama "Muhamad Farid Nur" dan sering dibanggil Farid. Ia memiliki Kakak yang sangat zenius, IQ jauh di atas rata-rata. Namanya Jim, pemuda yang sangat tampan, Ia adalah pemuda impian setiap perempuan. Pendiam, kaya akan prestasi, banyak meraih penghargaan dan sering mengharumkan nama baik sekolahnya, kotanya, dan tentu saja keluarganya. Begitu pula dengan Farid, ia sering menyabet banyak perlombaan, pertandingan, juga bidang akademiknya. Kedua kakak-beradik ini hanya terpaut dua tahun. Dikala beranjak dewasa mereka sama-sama tumbuh menjadi pemuda tangguh yang tak pernah berkeluh kesah atas setiap susah yang dikunyahnya selama bertahun-tahun.

Tak ada alasan bagi mereka berdua untuk tak bermimpi dan berlari meski sering dimata mereka nampak pintu-pintu kesempatan ditutup oleh Tuhan, tapi mereka selalu membuktikan bahwa Tuhan selalu memberi kesempatan melalui pintu lain setelah dimata mereka jalan itu serasa sudah tak bisa dilalui lagi.

Dua pemuda tangguh ini bisa melalui masa-masa sulitnya berkat prestasi yang mereka raih, menuntaskan sekolah berkat beasiswa, berangkat sekolah bersepeda bahkan harus rela berjalan. Mereka sangat dikagumi rekan-rekannya, mereka sangat dihormati tetangga-tetangganya. Terang saja, kedua orang tuanya bangga melihat anak-anaknya mampu berjuang dan bertahan. Perjuangan merekalah yang menguatkan pula Sang Ibu yang sudah bertahun-tahun berperan sebagai tulang punggung keluarganya, sedangkan Ayahnya kelimpungan mencari pekerjaan yang tak pernah kunjung didapat.


--- BERSAMBUNG ---

"Bagaimana Kisah Dua Pemuda Ini? Akankah Mereka Mampu Melewati Masa-masa Sulitnya Hingga Dewasa? Bagaimana dengan Farid? Bagaimana dengan Jim? Tunggu Kisah Mereka Berdua di Postingan Selanjutnya!" :)

Klik di Sini Untuk Berlangganan
Share this article :
Anda sedang membaca artikel berjudul "Ketika Pemuda Tangguh ini Mulai Rapuh! [Part 1]" Anda boleh menyebar luaskan artikel di atas maupun artikel lainnya jika Anda merasa tulisan-tulisan yang ada di blog Rahasia Wanita Indonesia bermanfaat. Direkomendasikan memasang link untuk setiap artikel. Link untuk artikel di atas adalah sebagai berikut:


2 komentar:

  1. Nice artikel kak, saya suka cerita-cerita kayak gini, apalagi yang sad, suka banget.
    .
    Salam Kenal kakak dari blogger Kediri
    (mas-adhie.web.id)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Okay, makasih and salam kenal yah.. :)

      Hapus

 
Copyright © 2011-2013 Rahasia Wanita Indonesia All Rights Reserved.
Template by Creating Website Published by Mas Template Custome by Rahasia Wanita